Setting Kamera yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret

Kamu baru memulai dunia fotografi? Kamu perlu untuk melakukan setting kamera yang harus diperiksa sebelum mulai memotret untuk mendapatkan hasil yang lebih baik

setting kamera yang harus diperhatikan

Kamu yang punya hobi untuk foto-foto bisa menuangkan hobimu untuk hal yang lebih serius. Kamu bisa lebih dalam mempelajari banyak hal tentang fotografi. Pastikan nih sebelum mulai jepret-jepret untuk melakukan setting kamera yang harus diperiksa sebelum mulai memotret.

Saat kamu sudah membuat seluruh setting menjadi clear, maka bisa dipastikan hasil fotonya akan lebih memuaskan. Apalagi khusus untuk kamera dslr yang mana identik dengan fitur yang banyak. Kamu sudah penasaran dengan fitur apa saja yang harus di-setting? Kamu perlu simak ini sampai selesai.

Cari Tempat Sewa Kamera Jogja? IFrame Aja!

(Click to Chat WhatsApp)

Beberapa Fitur yang Harus Kamu Setting Sebelum Memotret

Paling tidak ada lebih dari dua fitur yang harus kamu pastikan telah tersetting dengan baik sebelum mulai mengambil foto. Saat settingan sudah diatur dengan tepat, maka bisa dipastikan bahwa hasil foto yang kamu dapatkan akan lebih baik. Ingin tahu mengenai settingan kamera dslr apa saja? Simak ini.

1. Pastikan White Balance Sudah Diatur 

Kejelasan keseimbangan warna pada foto menjadi unsur yang paling penting dalam dunia fotografi. Kamu perlu untuk selalu memperhatikan keseimbangan warna dalam setiap foto untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Apabila kamu baru mulai mempelajari fotografi, maka kamu perlu belajar untuk melakukan set white balance.

Semakin tepat keseimbangan warna yang kamu pilih, maka hasil foto akan semakin tampak dengan gambar aslinya. Tidak asik bukan saat kamu mencoba mengambil gambar langit saat matahari terbenam, tetapi warna yang keluar hanya langit yang sudah gelap. Padahal momen itu adalah momen yang kamu tunggu-tunggu sejak pagi.

Apabila kamu tidak terlalu mengerti pengaturan white balance apa yang tepat di setiap momen, maka kamu bisa coba pilih Auto saja. Kamera akan secara otomatis mengatur sendiri setiap momen yang kamu foto.

2. Periksa Bagian Settingan ISO Kamera

Langkah kedua yang harus kamu lakukan untuk bisa mendapatkan hasil foto yang baik yakni melakukan pengecekan terhadap ISO kamera. Setting ISO kamera yang tepat akan sangat menolong kamu untuk bisa mendapatkan hasil foto dengan unsur cahaya yang tepat.

ISO yang tinggi akan bisa membuat sensor kamera masuk ke settingan yang lebih peka. Hasilnya sudah pasti akan sangat berbeda antara ISO dengan angka tinggi dan ISO berangka rendah. Saat kamu menggunakan ISO yang lebih tinggi angkanya juga akan mempercepat proses kamera dalam pengambilan foto dengan aperture sama.

Hasil foto dengan ISO yang lebih tinggi akan membuahkan hasil foto yang lebih terang, karena kamu menggunakan settingan sensor sensitif cahaya pada kamera. Pastinya kamu akan lebih menyukai gambar dengan tingkat pencahayaan yang tepat. 

setting kamera yang harus diperhatikan

3. Cek Pengaturan dari Format Hasil Foto 

Hampir setiap kamera dslr selalu memiliki setting kamera dslr format lebih dari satu macam. Kamu bisa pilih untuk menggunakan JPEG atau RAW. Apabila kamu sedang bepergian dalam waktu yang lama dan perlu banyak foto, maka disarankan kamu untuk menggunakan format JPEG saja. Format ini memiliki ukuran file yang lebih kecil, sehingga hemat kapasitas.

Sedangkan RAW adalah kebalikan dari JPEG yang mana setiap file memiliki ukuran yang memakan kapasitas memori dalam jumlah banyak. Akibat ukurannya yang besar ini, file RAW juga memerlukan waktu yang lebih lama daripada JPEG untuk disimpan. Namun, memang memiliki hasil yang lebih baik, tetapi kecepatan pengambilan foto tidak efisien. 

4. Cek pada Bagian Histogram 

Salah satu hal yang wajib kamu cek sebelum mengambil foto juga yaitu histogram kamera. Mungkin kamu yang masih pemula dengan dunia fotografi harus berusaha mempelajari apa itu histogram. Sebagian besar orang awam justru mencoba untuk menghindari memahami histogram kamera yang padahal sangat penting.

Saat kamu bisa membaca apa arti histogram, maka dapat dipastikan bahwa kamu akan mengetahui apa yang terjadi dengan hasil foto secara detail. Apakah hasil terlalu gelap atau terlalu terang dan lain sebagainya. Histogram ini memang sebuah setting dalam kamera agar penggunanya mengerti jumlah pixel tone hitam dengan tone putih.

Biasakan Check Semua Setting Kamera Termasuk Aperture dan Shutter

Membiasakan diri untuk selalu cek seluruh setting sebelum menggunakan kamera adalah hal yang penting. Kamu juga harus ingat untuk melakukan setting terhadap aperture dan shutter. Apabila kamu bosan harus mengatur terus-menerus, pindahkan modenya menjadi otomatis.

Dengan menggunakan mode otomatis, kamu tidak perlu repot-repot mengatur ulang semuanya setiap kali akan memakai kamera untuk memotret. Hanya saja memang, tidak banyak mode yang bisa digunakan saat kamu pakai mode otomatis. Mode yang lebih bermacam-macam bisa kamu peroleh dengan pengaturan manual.

Setting kamera yang harus diperiksa sebelum mulai memotret sudah dijelaskan dan biasanya dilakukan pada kamera dslr. Apabila kamu belum punya, maka kamu bisa rental di Iframe rental kamera. Ada tiga cabang yang bisa kamu kunjungi yaitu IFrame Palagan, IFrame Kusumanegara, dan Iframe Jogokariyan.

Cari Tempat Sewa Kamera Jogja? IFrame Aja!

(Click to Chat WhatsApp)